Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya Tentang Lingkungan
Teks Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik yang mungkin menggambarkan kejadian atau seseorang sebenarnya. Anekdot bisa saja disingkat dan provokasin dari sebuah kelakar dan selalu disajikan berdasarkan kejadian dari kisah nyata. Dan dapat juga diartikan sebagai sebuah karya sastra berupa karangan yang berbau lucu dan bersifat menghibur dengan memiliki struktur dan kaidahnya, maka dari itu jarang jika teks anekdot juga digunakan sebagai kata sindiran. Adapun contoh teks anekdot beserta strukturnya dan kaidahnya, dimana strukturnya memiliki abstrak, orientasi, even, krisis, reorientasi dan kaidahnya menggunakan waktu lampau, pertanyaan rotoris, kata penghubung atau konjungsi, serta kata kerja.
Setelah memahami pengertian dan contoh teks anekdot beserta struktur dan kaidahnya. Ada yang mengatakan teks anekdot adalah cerita yang memiliki nilai humor, selain itu teks anekdot juga memiliki nilai nilai moral dan kehidupan yang dapat kita pelajari misalanya teks anekdot beserta struktur tentang lingkungan dimana teks anekdot ini menceritakan hal-hal humor sekaligus melakukan sindiran tentang lingkungan dengan harapan dapat menyadarkan orang-orang yang kurang menjaga lingkungan dengan judul yang berbagai macam yang berkaitan dengan lingkungan seperti petugas kebersihan, alam yang terancam, air sungai dan lainya yang berkaitan dengan lingkungan. Adapun contohnya sebagai berikut.
Petugas Sampah
Di suatu hari, ada seorang petugas sampah sedang mebersihkan sampah di tempat pembuangan sampah, tiba-tiba dari arah kejauhan ada pengendara motor yang memacu motornya dengan pelan dan melemparkan sampah dari atas motor. Karena merasa kesal akhirnya petugas sampah tersebut meneriaki dan meberhentikan pengendara motor tersebut.
Woyy kalau buang sampah jangan main lempar-lempar aja, hargai saya yang sedang kerja. Lalu pengendara motor tersebut berhenti dan petugas sampah menghampirinya dengan rasa kesal.
Pak, bisa nggak kalau buang sampah di tempat pembuangan sampah jangan main lempar-lempar aja, susah bersihinnya, kata petugas sampah dengan perasaan kesal. Sebelumnya saya minta maaf pak, saya tidak bermaksud begitu tadinya, saya hanya mencoba keahlian saya dalam melempar basket sambil mengendarai sepeda motor. Masih saja ngeles padahal sudah ketahuan, sahut petugas sampah. Jadi gini pak, saya ini memang hobi dengan basket dan tadi saya hanya mencoba saja keahlian melempar sampah ke tempat sampah di sana, sembari menunjuk tempat sampah tersebut dan akhirnya petugas sampah meninggalkan pembicaraan sambil menggerutu, ada-ada saja orang zaman sekarang tambah aneh saja.
Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya Tentang Pelayanan Publik
Selain bertemakan tentang lingkungan teks anekdot dapat juga bertemakan tentang layanan publik dimana layanan publik saat ini sangat kurang sekali dinikmati masyarakat, dengan menggunakan teks anekdot sebagai sindiran dan cerita humor kemungkinan pelayanan publik dapat berubah sehingga masyarakat dapat merasa puas dengan layanan publik yang ada saat ini.
Adapun contoh dari teks anekdot beserta strukturnya tentang pelayanan publik sebagai berikut:
Hukum Saja Seumur Hidup untuk Pencuri Ayam
Ada seorang anak muda yang baru saja dijebloskan ke penjara. Dan pada hari pertama ia mendekam di penjara. Napi disebelahnya menanyakan perihal mengapa ia sampai dijebloskan ke dalam penjara.
Napi : kamu masih sangat muda kenapa sudah masuk penjara apa yang telah kamu perbuat?
Anak Muda : saya hanya mencuri ayam.
Napi : terus kamu di vonis berapa tahun?
Anak Muda : Hanya divonis seumur hidup dengan masa percobaan 2 tahun.
Dengan rasa heran si napi menanyakan lebih jauh lagi karena ini terbilang aneh baginya.
Napi : hanya dengan mencuri ayam kamu bisa dihukum seberat ini memang ayam apa yang telah kamu curi?
Anak muda : saya hanya mencuri ayam di peternakan ayam dengan cara membawa mobil kemudian saya ketahuan dan berhasil membawa ayam-ayam tersebut. Akan tetapi sebelum keluar peternakan ayam tersebut, saya sempat membakar beberapa rumah peternakan kandang ayam dan ada beberapa ayam yang mati akibat saya tumbur.
Napi : kalau cuma itu harusnya kamu tidak sampai dihukum seumur hidup melainkan beberapa bulan saja.
Anak Muda : belum selesai, permasalahannya adalah di dalam rumah peternakan kandang ayam, ada beberapa orang yang mati akibat tertimpa puing-puing rumah kandang ayam yang saya bakar.
Napi : hahaha… pantas saja kamu dihukum seumur hidup, ternyata bukan hanya ayam saja yang mati akibat kamu bakar, tetapi orang tak berdosa pun mati akibat tertimpa puing-puing rumah yang kamu bakar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
meCKZINK
Popular Posts
-
Pengertian Hukum Qishash Sebagai Hukuman Yang Setara Dengan Kejahatannya - Pengertian hukum qishash di dalam syariat Islam adalah memberi...
-
Ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang keadaan perekonomian yang pada dasarnya sudah terjadi di masyarakat. Il...
-
Pengertian Hukum Lalu Lintas di Negara Indonesia Sejak dulu persoalan lalu lintas selalu menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan ...
-
Berbagai macam metode pembelajaran telah dikembangkan dan dicoba di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini terlihat pada kurikulum yang teru...
-
Seperti yang diketahui, informasi adalah suatu data yang sangat berguna sehingga diolah dan diproses untuk dijadikan sebagai pertimbangan da...
-
Pengertian hukum menurut Immanuel Kant adalah bahwa hukum tercipta karena adanya perjanjian dengan masyarakat. Dan dalam kehidupan bermasya...
-
Pengertian Hukum Mendel I dan II – Tentang Ilmu Genetika - Masih ingatkah kita dengan pelajaran Biologi yang mengajarkan mengenai persilanga...
-
Pengertian Hukum Antar Golongan Secara Rinci - Kali ini kita akan membahas mengenai hukum antar golongan. Ada yang pernah mendengar mengena...
-
Pengertian Hukum Undang-Undang dan Tujuannya- Pengertian hukum undang-undang secara umum adalah merupakan peraturan yang dibuat untuk memb...
-
Pengertian Hukum Acara Perdata Menurut Para Sarjana Terkenal- Pengertian hukum acara perdata menurut para sarjana memang bisa jadi justru m...
0 komentar