Pengertian Hukum Waris Islam dan Contoh Pembagiannya - Pengertian hukum waris Islam banyak dicari karena tidak semua orang mengetahuinya. Jika Anda termasuk orang yang tidak tahu mengenai pengertiannya, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini. Hukum waris Islam dan hukum Islam merupakan hukum yang hampir sama. Hanya saja bahasan atau cakupannya akan sedikit berbeda. Di mana hukum waris Islam hanya akan membahas mengenai ahli waris menurut pandangan Islam. Warisan memang merupakan hal penting dalam kehidupan yang harus dibagi secara adil. Menurut Islam, kaum pria memiliki jatah lebih banyak dibanding kaum wanita.
Lalu, apa pengertian hukum waris menurut Islam? Jawabannya yaitu ilmu yang mencakup atau membahas mengenai warisan atau harta peninggalan. Isinya yaitu mulai dari bagaimana proses pemindahannya, siapa saja orang yang berhak menerima dan juga seberapa besar hak yang dapat diterima. Semua hal tersebut telah diatur di dalam hukum waris Islam, pengaturannya sangat adil. Hukum waris Islam mengutamakan kaum pria yang menerima lebih banyak karena memiliki kewajiban menafkahi istri. Karena perempuan sudah diberi nafkah oleh suami maka harta warisan yang diperolehnya lebih sedikit. Itulah pengertian hukum waris Islam secara umum yang dapat anda ketahui.
Ahli waris merupakan orang yang berhak mendapatkan atau menerima harta peninggalan atau warisan. Warisan ini dapat berupa uang ataupun harta benda lainnya yang sesuai dengan syariat Islam dapat menjadi warisan. Contoh hukum waris Islam banyak dicari untuk dijadikan referensi dalam pembagian harta warisan orang yang telah meninggal. Ahli waris ini dapat anak atau saudara dari orang yang telah meninggal. Pembagian warisan ini memang sebaiknya dilakukan secara adil agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan. Pengertian hukum waris Islam serta contoh pembagiannya memang penting untuk Anda pahami.
Di dalam Islam, pembagian warisan ini memang dilakukan secara adil dan merata. Tidak seperti hukum perdata yang dapat dibagi sesuai dengan keinginan pihak tertentu. Bahkan jika yang meninggal adalah seorang suami maka istri hanya mendapatkan ¼ bagian saja. Itu pun kalau memiliki anak, jika tidak maka istri hanya mendapatkan 1/8 bagian dari harta peninggalan dari suaminya. Pembagian warisan ini tentu dilakukan setelah hutang-hutangnya dibayar. Demikian mengenai pengertian hukum waris Islam dan juga cara pembagiannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
meCKZINK
Popular Posts
-
Pengertian Hukum Qishash Sebagai Hukuman Yang Setara Dengan Kejahatannya - Pengertian hukum qishash di dalam syariat Islam adalah memberi...
-
Ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang keadaan perekonomian yang pada dasarnya sudah terjadi di masyarakat. Il...
-
Pengertian Hukum Lalu Lintas di Negara Indonesia Sejak dulu persoalan lalu lintas selalu menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan ...
-
Berbagai macam metode pembelajaran telah dikembangkan dan dicoba di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini terlihat pada kurikulum yang teru...
-
Seperti yang diketahui, informasi adalah suatu data yang sangat berguna sehingga diolah dan diproses untuk dijadikan sebagai pertimbangan da...
-
Pengertian hukum menurut Immanuel Kant adalah bahwa hukum tercipta karena adanya perjanjian dengan masyarakat. Dan dalam kehidupan bermasya...
-
Pengertian Hukum Mendel I dan II – Tentang Ilmu Genetika - Masih ingatkah kita dengan pelajaran Biologi yang mengajarkan mengenai persilanga...
-
Pengertian Hukum Antar Golongan Secara Rinci - Kali ini kita akan membahas mengenai hukum antar golongan. Ada yang pernah mendengar mengena...
-
Pengertian Hukum Undang-Undang dan Tujuannya- Pengertian hukum undang-undang secara umum adalah merupakan peraturan yang dibuat untuk memb...
-
Pengertian Hukum Acara Perdata Menurut Para Sarjana Terkenal- Pengertian hukum acara perdata menurut para sarjana memang bisa jadi justru m...
0 komentar